Jakarta, kpu.go.id- Komisi Pemilihan Umum
(KPU) RI menyerahkan dokumen hasil verifikasi bakal pasangan calon
presiden (capres) dan wakil calon presiden (cawapres) kepada koalisi
partai politik pengusung bakal pasangan calon dalam Pemilu Presiden dan
Wakil Presiden 2014, Sabtu (24/5). Penyerahan dokumen tersebut
diserahkan secara langsung oleh Ketua KPU RI Husni Kamil Manik pada
pukul 18.15 WIB di Ruang Sidang Utama Gedung KPU RI, Jl. Imam Bonjol
No.29 jakarta.Ketua KPU, dalam pengantar acara penyerahan berkas, mengatakan bahwa kedua pasangan bakal capres dan bakal cawapres masih harus melengkapi dokumen persyaratan yang belum lengkap. Karena itu, ia berharap tim sukses kedua bakal pasangan calon dapat melengkapi dokumen yang kurang sebelum Hari Selasa, 27 Mei 2014.
“Kesimpulan untuk tahapan ini (verifikasi), dokumen yang diserahkan oleh kedua bakal calon belum lengkap secara keseluruhan, masih memiliki catatan-catatan yang perlu dilengkapi. Tidak terlalu berat atau sulit untuk dipenuhi, asal dikerjakan. Kita (KPU) berharap waktu atau masa perbaikan (24-26 Mei) yang ada ini dapat dimanfaatkan oleh partai pengusung untuk melengkapi dokumen,” tutur Husni.
Terkait hasil pemeriksaan medis, Husni menyampaikan, kedua pasangan bakal capres dan cawapres peserta Pemilu Presiden dinyatakan mampu menjalankan tugas-tugasnya secara mandiri dan baik. “Hasil tes kesehatan yang dilakukan oleh tim independen bentukan KPU, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Tim Dokter RSPAD Gatot Subroto menyatakan bahwa kedua pasangan tersebut dinyatakan mampu untuk menjalankan tugas kenegaraan secara mandiri dan baik,” jelasnya.
Dalam Peraturan KPU Nomor 4 Tahun 2014, telah diatur, setelah masa pemberitahuan secara tertulis tentang hasil verifikasi berkas bakal pasangan calon, masih ada beberapa tahapan hingga penetapan pasangan calon serta pengambilan dan penetapan nomor urut. Tahapan-tahapan tersebut yakni, masa perbaikan berkas kelengkapan persyaratan pada 24-26 Mei, penyerahan perbaikan berkas pada 25-27 Mei, verifikasi hasil perbaikan berkas pada 26-29 Mei, pemberitahuan tertulis hasil verifikasi berkas perbaikan pada 28-30 Mei, penetapan pasangan calon pada 31 Mei, dan terakhir pengambilan dan penetapan nomor urut pasangan calon pada 1 Juni 2014. (ris/FOTO KPU/ris/Hupmas)
Pemilihan umum anggota DPR
Perubahan peraturan
Dalam undang-undang pemilihan umum terbaru yaitu UU Nomor 8 Tahun Tahun 2012, ambang batas parlemen untuk DPR ditetapkan sebesar 3,5%, naik dari Pemilu 2009 yang sebesar 2,5%.[2]Peserta
Pada tanggal 7 September 2012, Komisi Pemilihan Umum mengumumkan daftar 46 partai politik yang telah mendaftarkan diri untuk mengikuti Pemilu 2014, dimana beberapa partai diantaranya merupakan partai politik yang baru pertama kali mengikuti pemilu ataupun baru mengganti namanya. 9 partai lainnya merupakan peserta Pemilu 2009 yang berhasil mendapatkan kursi di DPR periode 2009-2014.[3] Pada tanggal 10 September 2012, KPU meloloskan 34 partai yang memenuhi syarat pendaftaran minimal 17 buah dokumen.[4] Selanjutnya pada tanggal 28 Oktober 2012, KPU mengumumkan 16 partai yang lolos verifikasi administrasi dan akan menjalani verifikasi faktual.[5] Pada perkembangannya, sesuai dengan keputusan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilihan Umum, verifikasi faktual juga dilakukan terhadap 18 partai yang tidak lolos verifikasi administrasi. Hasil dari verifikasi faktual ini ditetapkan pada tanggal 8 Januari 2013, dimana KPU mengumumkan 10 partai sebagai peserta Pemilu 2014:[6]. Dalam perkembangan berikutnya, keputusan KPU tersebut digugat oleh beberapa partai politik yang tidak lolos verifikasi ke Pengadilan Tata Usaha Negara, namun hanya ada dua partai yang dikabulkan gugatannya oleh PTUN yaitu Partai Bulan Bintang pada tanggal 18 Maret 2013 dan Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia pada tanggal 25 Maret 2013. KPU mengabulkan putusan PTUN tersebut dan menetapkan kedua partai tersebut menjadi peserta Pemilu Legislatif 2014[7]. Berikut daftar 12 partai politik nasional peserta Pemilihan Umum Legislatif 2014 beserta nomor urutnya.[8][9]Sementara berikut ini adalah daftar partai yang mendaftar sebagai peserta namun gagal dalam verifikasi awal (*), verifikasi administrasi (**), dan verifikasi faktual (***):
- Partai Aksi Rakyat*
- Partai Barisan Nasional*
- Partai Bhinneka Indonesia**
- Partai Bulan Bintang*** (menjadi peserta setelah gugatannya dikabulkan oleh Pengadilan Tata Usaha Negara)
- Partai Buruh**
- Partai Damai Sejahtera**
- Partai Demokrasi Kebangsaan**
- Partai Demokrasi Pembaruan***
- Partai Indonesia Sejahtera*
- Partai Islam*
- Partai Pemuda Indonesia*
- Partai Karya Peduli Bangsa**
- Partai Karya Republik**
- Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia*** (menjadi peserta setelah gugatannya dikabulkan oleh Pengadilan Tata Usaha Negara)
- Partai Kebangkitan Nasional Ulama**
- Partai Kedaulatan**
- Partai Kedaulatan Bangsa Indonesia Baru***
- Partai Kesatuan Demokrasi Indonesia**
- Partai Kongres**
- Partai Matahari Bangsa*
- Partai Merdeka*
- Partai Nasional Benteng Kerakyatan Indonesia**
- Partai Nasional Indonesia Marhaenisme**
- Partai Nasional Republik**
- Partai Patriot*
- Partai Peduli Rakyat Nasional***
- Partai Pelopor*
- Partai Pemersatu Bangsa*
- Partai Pengusaha dan Pekerja Indonesia**
- Partai Persatuan Nahdlatul Ummah*
- Partai Persatuan Nasional***
- Partai Republik Indonesia*
- Partai Republika Nusantara**
- Partai Penegak Demokrasi Indonesia**
- Partai Republik**
- Partai Serikat Rakyat Independen**
Pada tanggal 10 Maret 2013, sepuluh partai politik yang gagal dalam verifikasi administrasi menyatakan bergabung dengan salah satu partai yang lolos menjadi peserta yaitu Partai Hati Nurani Rakyat:[10]
- Partai Kedaulatan
- Partai Republika Nusantara (RepublikaN)
- Partai Nasional Republik (Nasrep)
- Partai Indonesia Sejahtera (PIS)
- Partai Pemuda Indonesia (PPI)
- Partai Kongres
- Partai Damai Sejahtera (PDS)
- Partai Peduli Rakyat Nasional (PPRN)
- Partai Demokrasi Pembaruan (PDP)
- Partai Penegak Demokrasi Indonesia (PPDI)
Pemilihan umum anggota DPRD
Perubahan peraturan
Dalam UU Nomor 8 Tahun Tahun 2012, pada awalnya ditetapkan bahwa ambang batas parlemen sebesar 3,5% juga berlaku untuk DPRD.[2] Akan tetapi, setelah digugat oleh 14 partai politik, Mahkamah Konstitusi kemudian menetapkan ambang batas 3,5% tersebut hanya berlaku untuk DPR dan ditiadakan untuk DPRD.[11][12]Peserta
Peserta pemilihan umum anggota DPRD adalah partai politik yang sama dengan peserta pemilihan umum anggota DPR, kecuali khusus untuk Provinsi Aceh ditambah dengan partai politik lokal sesuai dengan Undang-Undang Pemerintahan Aceh dan Nota Kesepahaman Helsinki 2005. Berikut adalah daftar 3 partai politik lokal yang ditetapkan oleh Komite Independen Pemilihan Aceh sebagai peserta pemilihan umum anggota DPRD di Aceh beserta nomor urutnya.[13]| Nomor urut | Lambang | Nama partai |
|---|---|---|
| 11 | Partai Damai Aceh | |
| 12 | Partai Nasional Aceh | |
| 13 | Partai Aceh |
Daerah pemilihan
DPR
Daerah pemilihan Pemilihan Umum Anggota DPR adalah provinsi atau gabungan kabupaten/kota dalam 1 provinsi, dengan total 77 daerah pemilihan. Jumlah kursi untuk setiap daerah pemilihan berkisar antara 3-10 kursi. Penentuan besarnya daerah pemilihan disesuaikan dengan jumlah penduduk di daerah tersebut.Alokasi kursi
| Provinsi | Kursi DPR | Distrik pemilihan |
|---|---|---|
| Aceh | 13 | 2 |
| Sumatra Utara | 30 | 3 |
| Sumatra Barat | 14 | 2 |
| Riau | 11 | 2 |
| Kepulauan Riau | 3 | 1 |
| Jambi | 7 | 1 |
| Sumatra Selatan | 17 | 2 |
| Kepulauan Bangka Belitung | 3 | 1 |
| Bengkulu | 4 | 1 |
| Lampung | 18 | 2 |
| Jakarta | 21 | 3 |
| Jawa Barat | 91 | 10 |
| Banten | 22 | 3 |
| Jawa Tengah | 77 | 8 |
| Yogyakarta | 8 | 1 |
| Jawa Timur | 87 | 9 |
| Bali | 9 | 1 |
| Nusa Tenggara Barat | 10 | 1 |
| Nusa Tenggara Timur | 13 | 2 |
| Kalimantan Barat | 10 | 1 |
| Kalimantan Tengah | 6 | 1 |
| Kalimantan Selatan | 11 | 2 |
| Kalimantan Timur | 8 | 1 |
| Sulawesi Utara | 6 | 1 |
| Gorontalo | 3 | 1 |
| Sulawesi Tengah | 6 | 1 |
| Sulawesi Selatan | 24 | 3 |
| Sulawesi Tenggara | 5 | 1 |
| Sulawesi Barat | 3 | 1 |
| Maluku | 4 | 1 |
| Maluku Utara | 3 | 1 |
| Papua | 10 | 1 |
| Papua Barat | 3 | 1 |
| Total | 560 | 80 |
Survei
| Poll source | Date | Highlights |
|---|---|---|
| Centre for Strategic and Internasional Studies (CSIS)[14] | 26 Mei, 2013 | Elektabilitas: Partai Golkar 13.2%, PDIP 12.7%, Partai Gerindra 7.3%, Partai Demokrat 7.1%, PAN 4%, PKB 3.5%, PKS 2.7%, PPP 2.2%, Partai Hanura 2.2%, Partai NasDem 1.3%, PBB 0.4%, dan PKPI 0.2% |
| Tim Pusat Data Bersatu[15] | 17 Juli, 2013 | Elektabilitas: PDIP 14.53%, Partai Golkar 14.1%, Partai Demokrat 9.4%, Partai Gerindra 8.89%, Partai NasDem 3.33%, PAN 2.56%, PKB 2.56%, PPP 2.31%, PKS 1.2%, Partai Hanura 1.03%, PBB 0.34%, dan PKPI 0.09% |
| Focus Survei Indonesia[16] | 2 Agustus, 2013 | Elektabilitas: Partai Gerindra 21.2%, PDIP 19.7%, Partai Golkar 17.1%, Partai Demokrat 9.4%, Partai Hanura 7.9%, PKB 5.7%, PPP 5.1%, Partai NasDem 4.3%, PAN 3.8%, PKS 2.9%, PKPI 1.6%, dan PBB 1.3% |
| Lingkaran Survei Indonesia (LSI)[17] | 21 Oktober, 2013 | Elektabilitas: Partai Golkar 20.4%, PDIP 18.7%, Partai Demokrat 9.8%, Partai Gerindra 6.6%, PAN 5.2%, PPP 4.6%, PKB 4.6%, PKS 4.2%, Partai Hanura 3.4%, Partai NasDem 2%, PBB 0.6% dan PKPI 0.3% |
| Lembaga Survei Independen Nusantara (LSIN)[18] | 2 Desember, 2013 | Elektabilitas: PDIP 17.3%, Partai Golkar 16.2%, Partai Demokrat 13.1%, Partai Gerindra 10%, PKS 6.1%, PAN 5%, PKB 4.5%, Partai Hanura 4.3%, PPP 4.1%, Partai NasDem 3.6%, PBB 2.5% dan PKPI 1.4% |
| PolTracking Institute[19] | 22 Desember, 2013 | Elektabilitas: PDIP 18.5%, Partai Golkar 16.9%, Partai Demokrat 8.8%, Partai Gerindra 6.6%, PKB 4.6%, Partai Hanura 3.5%, PPP 3.4%, PKS 2.9%, Partai NasDem 2.1%, PAN 2%, PBB 0.7% dan PKPI 0.1% |
| Charta Politika[20] | 23 Desember, 2013 | Elektabilitas: PDIP 15.8%, Partai Golkar 12.6%, Partai Gerindra 7.8%, Partai Demokrat 7.4%, PKB 5.9%, PAN 4.4%, Partai Hanura 4.1%, Partai NasDem 3.9%, PKS 3.8% PPP 3.8%, PBB 0.4% dan PKPI 0.3% |
| Litbang Kompas[21] | 9 Januari, 2014 | Elektabilitas: PDIP 21.8%, Partai Golkar 16.5%, Partai Gerindra 11.5%, Partai Demokrat 7.2%, Partai NasDem 6.9%, Partai Hanura 6.6%, PKB 5.1%, PAN 3.2%, PPP 2.4%, PKS 2.3%, PBB 1.1% dan PKPI 0.1% |
| Media Survei Nasional[22] | 5 Maret, 2014 | Elektabilitas: PDIP 21.4%, Partai Golkar 17.8%, Partai Gerindra 6.2%, Partai Demokrat 5.7%, PKS 5.1%, PKB 5.0%, PPP 4.9%, Partai Hanura 4.8%, Partai NasDem 3.6%, PAN 3.5%, PBB 1.1%, PKPI 0.1% |
| Charta Politika[23] | 26 Maret, 2014 | Elektabilitas: PDIP 21.2%, Partai Golkar 16.4%, Partai Gerindra 12.0%, Partai Demokrat 8.0%, PKB 7.2%, PPP 5.1%, Partai Hanura 4.8%, PAN 4.5%, PKS 3.2%, Partai NasDem 2.6%, PBB 0.4%, PKPI 0.1% |
| Jaringan Suara Indonesia[24] | 6 April, 2014 | Elektabilitas: PDIP 24.7%, Partai Golkar 18.0%, Partai Gerindra 11.8%, Partai Demokrat 9.0%, PKB 7.9%, PAN 6.5%, Partai Hanura 6.1%, PPP 5.4%, Partai NasDem 4.4%, PKS 4.3%, PBB 0.9%, PKPI 0.9% |
Hasil
Hasil penghitungan suara resmi
| No. | Partai | Jumlah suara | Persentase suara | Jumlah kursi | Persentase kursi | Status PT* |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Partai NasDem | 8.402.812 | 6,72 | 35 | 6,3 | Lolos |
| 2 | Partai Kebangkitan Bangsa | 11.298.957 | 9,04 | 47 | 8,4 | Lolos |
| 3 | Partai Keadilan Sejahtera | 8.480.204 | 6,79 | 40 | 7,1 | Lolos |
| 4 | Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan | 23.681.471 | 18,95 | 109 | 19,5 | Lolos |
| 5 | Partai Golongan Karya | 18.432.312 | 14,75 | 91 | 16,3 | Lolos |
| 6 | Partai Gerakan Indonesia Raya | 14.760.371 | 11,81 | 73 | 13,0 | Lolos |
| 7 | Partai Demokrat | 12.728.913 | 10,19 | 61 | 10,9 | Lolos |
| 8 | Partai Amanat Nasional | 9.481.621 | 7,59 | 49 | 8,8 | Lolos |
| 9 | Partai Persatuan Pembangunan | 8.157.488 | 6,53 | 39 | 7,0 | Lolos |
| 10 | Partai Hati Nurani Rakyat | 6.579.498 | 5,26 | 16 | 2,9 | Lolos |
| 14 | Partai Bulan Bintang | 1.825.750 | 1,46 | 0 | 0 | Tidak Lolos |
| 15 | Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia | 1.143.094 | 0,91 | 0 | 0 | Tidak Lolos |
| Jumlah | 124.972.491 | 100,00% | 560 | 100,00% | ||
| sumber: [25], [26], [27], [28] | ||||||
Statistik
- Jumlah suara sah: 124.972.491
- Jumlah suara tidak sah: 14.601.436
- Jumlah pemilih: 139.573.927
- Jumlah yang tidak memilih: 46.252.097
- Jumlah pemilih terdaftar: 185.826.024
Tidak ada komentar:
Posting Komentar